Aku tau aku bukanlah siapa- siapa untuk mu.
Tapi tetap saja hatiku meradang.
Aku mau kamu disini.
Bukan hanya karena aku mau,
tapi karena kau pun mau.
Kau.
Aku tau aku hanyalah beban mu.
Menindih beratnya tanggung jawab yang ada di tanganmu.
Membuat mu kadang tak sanggup walau,
hanya untuk sekedar menarik nafas,
beristirahat dalam tenang dan sahaja.
Tapi,
harus bagaimana lagi?
Aku,... Tidak. Kau.
Seperti udara dalam perihnya terisap lautan kepedihanku.
Seperti matahari yang hangatkan jiwaku dalam dingin dan pekatnya,
semesta kesendirianku.
Kau. Memenuhi segenap ruang untuk makhlukNYA di hatiku.
Tapi, kau.
Ya, kau, kau juga yang menghancurleburkan rapuhnya pertahananku.
Kepercayaan.
Perasaan.
Kasih sayang.
Kebersamaan.
Dunia ku.
Sebelah hatiku merindukan mu.
Dan sebelahnya lagi tak ingin memberikan mu tempat untuk merajai.
Haruskah ku membelah raga ku?
100810
csc
0 komentar:
Posting Komentar