Sarasenia

Catatan Kecil Tentang Duniaku

Jumat, 30 September 2011

Supaya Orang Lain Mengerti

Peduli itu, tidak cukup hanya dengan mengatakan, "saya peduli anda", maka dikatakan anda mempedulikan orang lain.
Peduli itu bukan hanya sekedar mengatakan "Ingat mkan sama shalatnya yah" atau "jangan begadang, jaga kesehatan".
Peduli juga bukan cuma tentang ada di sekitar lingkungan orang yang kata anda, anda pedulikan. Tidak! Peduli bukan hanya tentang hal- hal semacam itu!

Hal lainnya adalah, bahwa butuh itu bukan cuma dengan mengatakan "saya butuh anda" maka lalu dapat disimpulkan bahwa anda butuh orang yang anda maksud.
Tidak, tidak. Butuh itu tidak seperti itu.
Butuh itu dibilang butuh bukan hanya karena anda berada di sekitar orang yang katanya anda butuhkan.

Begitu juga dengan memberikan label "penting" untuk sesuatu atau seseorang. Sama dengan kedua hal sebelumnya, label "penting" itu tidak cukup hanya dengan mengatakan 'anda penting bagi saya" lantas dapat dibenarkan bahwa orang atau sesuatu itu memang penting untuk anda.
Tidak sesimpel mengucapkannya.

Untuk meyakinkan seseorang bahwa anda menyayanginya pun, tidak cukup hanya dengan berkata "saya sayang anda" atau 'i love you" atau kalimat- kalimat semacamnya.
Sekali lagi, tidak dan bukan seperti itu.

Lalu, bagaimana?

Sayang, Peduli, Butuh, dan Penting.

Jika anda suatu saat mengklaim bahwa anda peduli akan sesuatu atau terhadap seseorang, SEKEDAR mengucapkannya dalam kata- kata tidaklah akan memberikan hasil yang sesuai dengan harapan anda. Ketika anda mengklaim bahwa anda peduli, dibutuhkan lebih dari sekedar kata- kata, lebih tepatnya kepedulian anda perlu diwujudkan dalam suatu wujud yang real, yang yah.. walaupun mungkin tidak dapat dilihat disentuh ataupun dibaui, setidaknya kepedulian anda dapat dirasakan oleh sasaran anda. Dan sebaik- baiknya indera perasa, HATI adalah yang terbaik. Maka jika anda betul- betul peduli, selami intinya, selami hatinya dengan hati anda. Memang tidak mudah, dan bukan hal yang bisa instan. Hasil terbaik dari kepedulian yang tulus adalah ketika anda tidak lagi menggunakan kata- kata untuk berkomunikasi. Hanya dengan melihat tatapan matanya mungkin anda sudah dapat merasakan, ada yang salah dengan harinya. Dengan mendengarkan intonasi suaranya, mungkin anda sudah tahu, dia merindukan anda. Dengan melihat ekspresi wajahnya, mungkin anda sudah tahu, anda telah mengecewakannya. Dan lain- lainnya. Hanya dengan mempedulikan dengan hati, maka anda dapat memenangkan hati orang lain.


- To be continu -
Insya Allah.

1 komentar:

Setuju!!
Peduli itu tidak hanya cuman berkata "saya peduli" :))