Sebenarnya lagi malas nulis tentang ini. tapi keknya penting juga buat nulis tentang itu. aarrgghhh, apa sih? geje :)
bdw, sekarang saya sedang merasa urgen untuk menulis tentang PERSAHABATAN. Knapa? why? soalnya saya sedang merasa menjadi shabat yang tidak baik, dan memiliki sahabat yang kurang memahami (bukan tidak baik loh).
semuanya karena komunikasi yang tidak baik. tidak sinkron. semuanya merasa yang paling benar. semuanya merasa paling berhak untuk menyakiti karena yah... dia yang paling disakiti.
yang satu merasa "terasing" karena tidk mendapatkan informasi yang semestinya. yang satu merasa "benar" karena merasa sudah menginformasikan.
yahhh, singkat cerita. datanglah saya yang sok pahlawan mau mendamaikan atau paling tidak membuat kedua pihak yang bertikai saling mengerti dimana salah dan benarnya. tapi sayangnya.. saya malah merasa jadi korban.
tiba- tiba semua pihak merasa simpati pada pihak yang merasa tersakiti ( baca : pihak yang merasa sudah menginformasikan). semuanya kemudian amat sangat menjaga perasaannya. bahkan untuk menjaga perasaannya itu, saya, yang dianggap memihak pihak yang menyakiti (bagi mereka) ( baca : pihak yang merasa "terasing"), sering kali tidak dilibatkan dalam urusan sahabat2an ini. pihak- pihak lain ini seperti menyembunyikan suatu hal dari saya sebagai pihak yang dinilai memihak. tapi sebenarnya, siapa yang memihak sekarang?
alhasil, saya merasa iri, dan juga terasing. jujur saja. saya iri, karena melihat pihak- pihak yang lain yang sebenarnya, seharusnya netral ini, begitu mencurahkan perhatiannya pada pihak yang merasa tersakiti. tampaknya mereka tidak sadar, ada 1 pihak lagi yang sudah disakiti, ada 1 pihak lagi yang merasa terasing. tersakiti karena tuduhan, karena kesinisan, dan ketidakpedulian. sepertinya pihak- pihak yang lain ini juga lupa, bahwa masih ada 1 pihak yang jadi korban dari hal sahabat2an ini. 1 pihak yang pada dia mereka tutupi sesuatu karena menjaga perasaan pihak yang tersakiti itu. karena merasa pihak yang terlupakan itu sudah menutupi sesuatu dari mereka. hanya karena pihak yang terlupakan itu ingin memegang janjinya pada pihak yang merasa terasing dalam upaya memediasi konflik. walaupun telah dijelaskan oleh pihak yang terlupakan itu, bahwa hal yang disampaikan kurang lebih sama dengan yang sudah diungkapkan oleh pihak yang terasing dalam upaya keterbukaan setelah dimediasi oleh pihak yang terlupakan.
pihak- pihak lain yang terlibat, dan pihak- pihak yang ada dalam konflik secara langsung ( baca: pihak terasing dan pihak tersakiti), merasa bahwa karena pihak yang terlupakan telah menyembunyikan sesuatu maka dia juga berhak disembunyikan sesuatu darinya.
oh yah, saya sudah bilang belum siapa pihak yang terlupakan itu?
saya baru sadar, ternyata pihak itu adalah saya sendiri.
Rabu, 25 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
4 komentar:
:(
Posting Komentar